NGUDANG BAYI SEBUAH TRADISI YANG KIAN KIKIS

zidan merakurak-kak ekoNgudang. Ini adalah aktivitas spontan para orang tua melihat wajah imut sang bayi. Wajah tanpa dosa. Polos. Hems apalagi kalau si bayi pipinya montok dapat dipastikan tanpa mempertimbangkan bayi siapa tangan kita selalu gatal untuk mencowelnya. Mencowelnya ada yang lembut sampai keras keterlaluan. Akibatnya cowelan keras alih-alih tertawa riang, si bayi “hua hua hua” Nangis. Mau ngak mau akhirnya si ibu atau penggoda yang bikin bayi nangis menghiburnya. Salah satu bentuk menghibur yang paling murah meriah, ya ngudang.

Ngudang memang hiburan buat bayi yang murah meriah. Sangking murahnya kadang dalam ngudang para orang tua atau manusia dewasa tidak masuk akal, ngobral janji (memang kapaye apa ), tak jelas arah, tidak mengandung arti tak masalah. Sing penting ngudangnya bikin si bayi senang, ketawa ketiwi. Semakin si bayi kenceng ketawanya semakin tidak masuk akal bunyi-bunyian yang diucapkan oleh orang dewasa.

Inilah bahasa yang saya ingat-ingat di desa saya ketika ibu-ibu atau bapak-bapak ngudang si bayi. Saya mencoba mengelompokkan dari yang masuk akal sampai gak jelas maknanya dan tak logis:

Ciluuuup baa, be jeleh, anak ke sopo kowe le (anaknya siapa kamu nak), ganteng ganteng dewe ( ganteng sendiri), ayu ayu dewe, ayune/ganteng caaah, nang ning nang ning gung, yong ke yong ke ngadek dewe yong ( ngadek= berdiri ). Dan jangan ditanya aksi merekapun heboh. Pengudang megal megol pantatnya. tepuk-tepuk tangan. Menutupi muka sendiri. sampai lari di tempat, lompat pendek dan menghentakkan kaki mendarat di tanah.  Nah, kan ternyata bahasa yang disampaikan banyak yang tak logis ya. Pun tingkah mereka konyol dan lucu.

Yang menjadi pertanyaan saya. Saya sudah jarang menemui para ibu atau bapak ngudang anaknya. Apakah mereka menganggap ngudang adalah tindakan konyol? Karena tingkah dan bahasa yang disampaikan si mbok  ( ibu ) kita dahulu hasil pangamatan kita tidak logis. Sebuah tradisi yang patut kita tinggalkan?

Jika kita menganggap ngudang  kegiatan yang sia-sia, itu adalah salah. Ngudang adalah aktivitas positif. Aktivitas positif cara sederhana berkomunikasi kepada bayi Anda. Bayi Anda meskipun masih bayi. Ia butuh diajak ngomong. Butuh dibecandain. Nah kalau menurut kita ngudang yang dilakukan para ibu-ibu kita yang notabenenya pendidikkan mereka rata-rata lulus SR ( SD ) tidak logis. Jangan karena alasan ini ngudang kita tinggalkan. Ngudang kita ganti dengan membiarkan bayi kita ditemani suara radio. Dan kita enjoi saja masak di dapur. Atau malah kita ajak sama-sama si bayi kita nonton telenovela di layar kaya. He he capai deh ( sambil pukul jidat ). Itu sih sama aja bohong, neng. Keluar dari mulut buaya masuk kandang buaya. Sama –sama parah.

Oleh karena itu, cara ngudangku agar dinilai intelek he he ..Aku pegang kedua ketiak bayiku yang belum bisa berdiri. Tidak aku keluarkan bunyi-bunyian yang aneh tur tidak logis, “yongke yong yongke ngadeng dewe “ Saya ganti dengan alunan kalimat tauhid, “ La ilaha ila Allah. La ilaha ila Allah “ dengan ritme slow boleh. Ngerep pun oke.

Dan bagaimana pengalaman tentang ngudang bayi di kampung Anda?

NGUDANG BAYI SEBUAH TRADISI YANG KIAN KIKIS | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *