Pelayanan Posyandu

 

Posyandu merupakan lanjutan dari Taman Gizi/Pos Penimbangan, selama ini dilaksanakan oleh PKK yang kemudian dilengkapi dengan pelayanan KB dan Kesehatan. Posyandu sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam bidang kesehatan melaksanakan  pelayanan  KB,  gizi,  imunisasi,  penanggulangan  diare  dan  KIA. Upaya keterpaduan pelayanan ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jangkauan   pelayanan   kesehatan   kepada   masyarakat.   Dengan   keterpaduan   5 program  tersebut  baik  dari  segi  lokasi,  sarana  maupun  kegiatan  dalam  diri petugas, akan sangat memudahkan dalam memberikan pelayanan. Oleh sebab itu, sebaiknya Posyandu berada pada tempat yang mudah didatangi masyarakat dan ditentukan  oleh  masyarakat  sendiri  seperti  ditempat  pertemuan  RT/RW  atau tempat khusus yang dibangun masyarakat (Harianto 1992).

Kodyat (1998) menjelaskan bahwa pelayanan gizi di posyandu diupayakan dan  dikelola  oleh  lembaga  swadaya  masyarakat  setempat  dan  berakar  pada msyarakat pedesaan terutama oleh organisasi wanita termasuk PKK. Dengan semakin meluasnya Posyandu di hampir semua desa, maka pelayanan gizi di pedesaan   makin   dekat   dan   makin   terjangkau   oleh   keluarga.   Keterpaduan

 

 

pelayanan kesehatan dasar khususnya untuk ibu dan anak, posyandu akan menjadi ujung tombak dalam penanggulangan masalah kurang gizi.

Kegiatan pelayanan gizi di posyandu meliputi :

 

1.   Pemantauan  pertumbuhan  dan perkembangan  anak balita antara lain dengan penimbangan berat badan secara teratur sebulan sekali.

2.   Pemberian paket pertolongan gizi berupa tablet tambah darah untuk ibu hamil dan pemberian kapsul yodium untuk ibu hamil, ibu nifas (menyusui) dan anak balita pada daerah rawan GAKY serta pemeberian vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas (menyusui).

3.   Pemberian  makanan  tambahan  sumber  energi  dan  protein  bagi  anak  balita KEP,  jenis  makanan  tambahan  disesuaikan  dengan  keadaan  setempat  dan sejauh mungkin menjadi tanggung jawab keluarga dan masyarakat.

4.   Pemantauan dini terhadap perkembangan kehamilan dan persiapan persalinan terutama mengenai pemanfaatan ASI untuk kebutuhan gizi bayi.

 

 

Penyelenggaraan Posyandu dilaksanakan dengan pola lima meja. Kegiatan

 

Posyandu dilaksanakan oleh kader. Pola lima meja tersebut adalah : Meja 1 : Pendaftaran

Meja 2 : Penimbangan bayi dan balita

 

Meja 3 : Pencatatan (pengisian KMS)

 

Meja 4 : Penyuluhan perorangan meliputi :

 

a.    Informasi    kesehatan       tentang    anak    balita    berdasarkan   hasil penimbangan  berat  badan,  diikuti  pemberian  makanan  tambahan, oralit dan vitamin A dosis tinggi.

b.   Memberikan informasi kepada ibu hamil yang termasuk risiko tinggi tentang kesehatannya diikuti dengan pemberian tablet tambah darah.

c.    Memberikan  informasi  kepada  PUS  (Pasangan  Usia  Subur)  agar menjadi anggota KB lestari diikuti dengan pemberian dan pelayanan alat kontrasepsi.

Meja 5 : Pelayanan oleh tenaga profesional meliputi pelayanan KIA,KB,imunisasi serta pelayanan lain sesuai kebutuhan setempat.

 

 

Kegiatan diatas dilaksanakan sebulan sekali, khusus meja 1 sampai meja 4 merupakan  kegiatan  UPGK  di  Posyandu.  Sedangkan  kegiatan  UPGK  di  luar jadwal Posyandu seperti kegiatan pemanfaatan pekarangan, motivasi dan penggerakkan UPGK melalui jalur agama dan BKKBN, PMT dan pemberian ASI dalam keluarga dapat dilaksanakan sebagai kegiatan sehari-hari UPGK dalam keluarga.

 

 

 

Pelayanan Posyandu | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *