Pemaknaan Mahasiswa Terhadap Warung Angkringan

Pemaknaan bersifat interpretatif dan karena itu pemaknaan mengandung dimensi paling subyektif dari individu. Asumsinya adalah, bahwa pemaknaan tak mungkin dilepaskan persinggungannya atau kaitannya dengan referensi pengalaman dan pemahaman individu. Menafsirkan pemaknaan mahasiswa terhadap angkringan bukan suatu pekerjaan mudah karena semua orang punya makna dan berusaha hidup dalam suatu dunia yang bermakna. Pada prinsipnya setiap makna insani dapat diterima oleh yang lainnya. Penerimaan timbal balik ini merupakan suatu premis yang menentukan untuk kepercayaan bahwa memang ada sesuatu seperti kemanusiaan bersama tetapi tentunya ada makna yang lebih dapat diterima dibandingkan dengan makna-makna lainnya.

Angkringan telah menemukan maknanya tersendiri, sebuah makna yang hanya akan muncul melalui interaksi antara komunitas penggemar angkringan dengan angkringan itu sendiri. Melalui interaksi inilah akan tercipta makna-makna dimana Sosiologi dalam Tradisi Weberian kemudian menafsirkannya, supaya makna-makna tersebut keluar dan berbicara atas namanya sendiri.

Perilaku mahasiswa yang memilih angkringan sebagai tempat untuk makan atau nongkrong bukanlah suatu tindakan yang tanpa sebab, perilaku tersebut dipengaruhi oleh apa yang mereka maknai dari warung angkringan itu sendiri, di mana pemaknaan mereka tersebut berhubungan erat dengan pengetahuan dan pengalaman mereka yang bersifat subyektif dan fenomenologis. Para mahasiswa tersebut merupakan individu-individu yang otonom dalam melihat dan menafsirkan lingkungannya, di mana tiap individu mempunyai pemaknaan sendiri akan fenomena tertentu sesuai dengan pengetahuan dan pengalamannya di masa lalu. Tindakan para mahasiswa untuk memilih warung angkringan sebagai tempat nongkrong merupakan satu tindakan yang didahului oleh proses berfikir dan interpretasi terhadap apa yang ada di sekitar mereka, dimana akhirnya mereka lebih memilih angkringan dari pada warung lainnya merupakan hasil dari proses interpretasi tersebut.  Mengeneralisasikan motivasi semua mahasiswa untuk pergi ke angkrigan merupakan sesuatu yang naif, mengingat tindakan mereka tersebut dipengaruhi oleh pemaknaan mereka yang beragam dan fenomenologis. Walau begitu masih dapat ditarik benang merah yang menyatukan beberapa motivasi yang mirip antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya dalam beberapa kecenderungan. Berikut ini penuturan para informan terkait dengan makna angkringan bagi mereka :

  1. suasana warung angkringan
  2. tempat nongkrong lintas batas
  3. tempat refreshing
  4. tempat kenangan
  5. arena diskusi bersama teman

No

Nama Informan

PemaknaanTerhadap Warung Angkringan

1

Juliaman

Suasana warung angkringan yang tradisional dan nyaman

2

Johan

Suasana dari warung angkringan yang membedakan dengan warung lainnya.

3

Dimas

Tempat nongkrong lintas batas

4

Eta

Tempat nongkrong lintas batas

5

Arif akbar

Sebagai tempat refreshing

6

Mita

Sebagai tempat kenangan

Pemaknaan Mahasiswa Terhadap Warung Angkringan | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *