pembahasan kaidah العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ Dan التابع تابع


A. PENDAHULUAN

Sebelum nabi Muhammad diutus adat kebiasaan sudah berlaku di masyarakat baik masyarakat arab maupun masyarakat non arab termasuk di Indonesia, proses masuknya islam ke indonesia tersebar melalui adat yang didalamnya oleh wali songo dimasukan ajaran-ajaran islam agar mereka menerimanya bahwa agama islam adalah agama yang benar sesuai dengan tuntunan syariat islam .

Dengan masuknya islam melalui adat tersebut banyak hala-hala yang cara pengambilan atau penyelesaan masalah yang dihadapi oleh masyarakat indonesia melalui al-adat atau kebiasaan masyarakat setempat, misalnya kegiatan tahlilan, tasyakuran atas kebehasilan dll.

B. PEMBAHASAN
العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ
Adat kebiasaan bisa dijadikan sandaran hukum
التابع تابع
Pengikut itu mengikuti

1.1 pembahasan kaidah العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ

a. Pengertian

Kata العَادَةُ secara bahasa adalah terambil dari kata العودة dan المعاودة yang berarti pengulangan التكرار atau pengulangan perbuatan atau ucapan yang dilakukan secara berulang-ulang sehingga mudah untuk dilakukan karena sudah jadi kebiasaan menurut jumhuru al-ulama’ batasan minimal kebiasaan bisa dikatakan sebuah al-adah adalah kalau dilakukan selama tiga kali secara berurutan dan tidak ada yang menentangnya.

kata مُحَكَّمَةٌ secara bahasa adalah isim maful dari tahkim yang berarti menghukumi dan memutuskan perkara manusia

Jadi pengertian kaidah secara bahasa adalah sebuah adat kebiasaan itu bisa dijadikan sandaran untuk memutuskan perkara perselisihan antara manusia.

العادة: هي الاستمرار علي شيئ مقبول للطبع السليم والعاودة إليه مرة بعد أخرى
 .
Dasar dalil dari kaidah العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ adalah sabdah rasulallah

أصل هذه القواعد قول إبن مسعود رضي الله عنه : مَا َراهُ المُسْلِمُونَ حسنًا فهو عندالله حسنٌ وما رأه المسلمونَ قبيحًا فهو عند الله قبيحٌ.

Apapun yang menurut kaum muslim baik maka baik pula disisi Allah, dan apapun yang menurut muslim jelek maka jelek pula disisi Allah.

Hal diatas tentu saja selama tidak ada nash yang menentang hal tersebut baik dalam al-Quran maupun dalam hadits Rasul.

b. Antara Al-Adat Dengan Al-Uruf

Kata al-uruf dalam bahasa Indonesia disinonimkan dengan kata al-adat atau kebiasaan, pengertian uruf adalah suatau yang diterima oleh tabiat dan akal sehat manusia begitu pula al-adat, Kedua arti kata agak berbeda tapi subtansinya adalah sama, jadi dapat disimpulkan dari makna keduanya adalah sebuah adat kebiasaan dan uruf itu bisa dijadikan sandaran untuk menetapkan hukum syar’i apabila tidak terdapat nash syar’i yang bertentangan dengannya .

c. Pembagian Al-Adat Atau Al-Uruf

1.Al-adat al-am yaitu yang berlaku diseluruh negeri muslim sejak zaman dahulu sampai saat ini
Para ulama sepakat bahwa al-adah seperti ini bisa dijadikan sandaran hukum

2.al-dat khos adalah al-adah yang hanya berlaku disebuah daerah dan tidak berlaku pada daerah lain.

إِنَّمَا تُعْتَبَرُ العَادَةُ إِذَا اضْطَرَدَتْ أَوْ غَلَبَتْ

Adat yang dianggap sebagai pertimbangan hukum itu hanya adat yang terus menerus berlaku atau berlaku umum.

c. Syarat-Syarat Al-Adat Adalah

1. al-adat yang tidak bertentangan dengan nash,
2. al-adat tersebut tidak menyebabkan kemafsadatan,
3. al-adat berlaku pada umumnya dikaum muslim bukan hanya berlaku disebagian saja di satu daerah .
4. tidak ada perbedaan pendapat dalam mengamalkannya
5. menjadi perbandinagan untuk mencapai suatu yang ingin kita ketahui hukumnya.

d. Pertimbangan dalam memutuskan hukum al-Adat

1. pertimbangan keadaan kasus itu sendiri, seperti apa kasusnya, dimana dan kapan terjadi,bagaimana kejadiaanya,mengapa terjadi siapa pelakunya
2. pertimbangan hukum, dalam pertimbangan hukum ini harus dilacak terlebih dahulu ke dalam nash atau la-hadits dan ilmu fiqih, jika tidak ada maka berlakulah al-adat selama al-adat tersebut tidak bertentangan

Contoh العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ

Ada orang bersumpah demi “Allah saya tidak akan makan daging” lalu suatu ketika orang itu makan ikan laut, menurut huku orang itu tidak melanggar sumpah sebab menurut adat adalah yang dinamakan daging adalah hewan darat seperti sapi kambing sedangkan ikan laut tidak termasuk daging maskipun al-Quran menyebutkan bahwa ikan laut tergolong danging.[لَحْمًا طَرِيًا]

Tahlilal termasuk adat karena tahlil adalah suatu adat kebiasaan yang dilakukan oleh orang muslim
dalam masyarakat tertentu bahwa orang bekerja dalam sepekan libur satu hari yaitu hari ahad, lalu seorang yang melamar pekerjaan menjadi tukang jaga toko dan kesepakatan dibayar setiap bulan 500.000.- maka pekerja tersebut berhak libur setiap hari ahad dan tetap mendapatkan gaji tersebut tanpa potongan karena dia tidak masuk.

Seseorang yang ingin menjual sesuatu , lalu dia berkata saya jual barang ini seharga “seratus ribu”maka yang dimaksud dengan seratus ribu adalah mata uang setempat, jika di indonesia maka yang dimaksud adalah rupiah bukan dolar atau lainnya

1.2 pembahasan kidah التابع تابع

a.Pengertian

kata التابع suatu yang tidak bisa berdiri sendiri akan tetapi keberadaanya mengikuti adanya sesuatu yang lain
Kata تابع suatu yang tidak bisa berdiri tersebut tidak memiliki hukum secara tersendiri akan tetapi hukumnya mengikuti pokok atau sesuatu yang di ikuti.

Sesuatu yang keberadaanya mengikuti sesuatu yang lain maka hukumnya pun tidak bisa berdiri sendiri akan tetapi harus mengikuti hukum pokok yang di ikutinya .

التابع تابع adalah jika ada dua hal, yang satu sebagai pioner (ashal) dan yang lain sebagai ikutan (tabi’), maka hukum tabi’ (ikutan) adalah mengikuti ashal (pioner)nya.

Contoh التابع تابع

mencuri hukumnya haram (ashal). maka menjual/menggunakan barang curian (ikutan) juga adalah haram sebagaimana hukum mencuri.

hukum awal (ashal) bangkai adalah haram, daging kambing sebenarnya halal, namun karena salah dalam penyembelehan makan menjadi haram maka daging kambing berasal dari bangkai maka daging bangkai kambing juga menjadi haram.

artinya : keharaman daging tersebut mengikuti keharaman hukum awal bangkai.

sholat adalah perintah ashal. hukumnya wajib sedangkan sholat haruslah berwudhu maka wudhu sebagai ikutan juga hukumnya wajib. hukum wudhu mengikuti hukum sholat. ketika seseorang sedang memiliki kewajiban sholat, maka otomatis dia juga memiliki kewajiban untuk berwudhu. jika ia tidak sedang berkewajiban sholat, maka ia tidak wajib berwudhu.

C. KESIMPULAN

pengertian kaidah secara bahasa adalah sebuah adat kebiasaan itu bisa dijadikan sandaran untuk memutuskan perkara perselisihan antara manusia.

العادة: هي الاستمرار علي شيئ مقبول للطبع السليم والعاودة إليه مرة بعد أخرى.

Dasar dalil dari kaidah العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ adalah sabdah rasulallah

أصل هذه القواعد قول إبن مسعود رضي الله عنه : مَا َراهُ المُسْلِمُونَ حسنًا فهو عندالله حسنٌ وما رأه المسلمونَ قبيحًا فهو عند الله قبيحٌ

Apapun yang menurut kaum muslim baik maka baik pula disisi Allah, dan apapun yang menurut muslim jelek maka jelek pula disisi Allah.

Syarat-Syarat Al-Adat Adalah

1. al-adat yang tidak bertentangan dengan nash,
2. al-adat tersebut tidak menyebabkan kemafsadatan,
3. al-adat berlaku pada umumnya dikaum muslim bukan hanya berlaku disebagian saja di satu daerah.
4. tidak ada perbedaan pendapat dalam mengamalkannya
5. menjadi perbandinagan untuk mencapai suatu yang ingin kita ketahui hukumnya.

التابع تابع adalah jika ada dua hal, yang satu sebagai pioner (ashal) dan yang lain sebagai ikutan (tabi’), maka hukum tabi’ (ikutan) adalah mengikuti ashal (pioner)nya.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad sabiq bin abdul latif abu yusuf,kaidah-kaidah praktis memahami fiqih islam,2009,pustaka la-furqan
As-suyuti imam jalaluddin abdu ar-rahman bin abi bakar,al-asybah wa an-nadhoir, darul kutub al-islamiyah
Az-zarqa’ muhammad,syathu al-kawaid al-fiqhiyah, 1938
Djazuli prof.h.a.,kaidah-kaidah hokum islam dalam menyelesaikan masalah-masalah praktis, cet ke 2, 2007, prenada media grup
Muhammad isa al-fadani al-makki, al-fawai al-janiyah, juz II,1996, daru al-basyar al-islamiya
Zaidan dr.abdu al-karim,al wajiz 100 kaidah fiqih dalam kehidupan sehari-hari,pustaka al-kausar

pembahasan kaidah العَادَةُ مُحَكَّمَةٌ Dan التابع تابع | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *