Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan teoritis dan empiris dalam penelitian sangat diperlukan. Oleh karena itu sesuai dengan judul skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Karena penelitian ini berusaha mengungkapkan gejala suatu tradisi tertentu yang secara fundamental tergantung pada pengamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasannya dan peristilihannya, sebagaimana pendapat Kirk dan Miller seperti yang dikutip oleh Moleong.[1] Alasan peneliti menggunakan metode kualitatif karena: pertama, penelitian ini berusaha menyajikan langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden dengan  tujuan supaya lebih peka  dalam menyesuaikan diri terhadap pola-pola nilai yang dihadapi ketika di lapangan. Kedua, data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumen[2]  fakta-fakta  dikumpulkan secara lengkap, selanjutnya ditarik kesimpulan.

Menggunakan pendekatan deskriptif, karena datanya berupa ungkapan kata-kata dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan suatu gejala atau keadaan yang diteliti secara apa adanya serta diarahkan untuk memaparkan fakta-fakta, kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat. Penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan.[3]



[1] Lexy Moleong, Metode Penelitian Kualitatif  (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2002), hlm. 114-115.

 

[2] Dedy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial lainnya  (Bandung: Remaja Rosydakarya, 2001), hlm. 155.

[3] Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 1990), hlm. 309.

 

Pendekatan dan Jenis Penelitian | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *