PENDEKATAN LINGUISTIK TERHADAP BAHASA SEJALAN DENGAN CIRI-CIRI HAKIKI BAHASA

 

 
 

 
 

PENDEKATAN LINGUISTIK TERHADAP BAHASA SEJALAN DENGAN CIRI-CIRI HAKIKI BAHASA

 
Sebagai Ilmu Empiris linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Karena itu, linguistik sering juga disebut sebagai ilmu nomotetik. Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan; tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya.
 
Linguistik mendekati bahasa sebagai bahasa. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut:
 
Pertama, karena bahasa adalah bunyi ujaran maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Artinya, bagi linguistik bahasa lisan adalah yang primer sedangkan bahasa tulis hanya sekunder.
 
Kedua, karena bahasa bersifat unik maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikendalikan pada bahasa lain. 
 
Ketiga, karena bahasa adalah suatu sistem maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan unsur yang terlepas melainkan sebagau kumpulan unsur yang satu dengan lainnya mempunyai jaringan hubungan. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubugan atau sistem itu disebut pendekatan struktural. Lawannya disebut pendekatan atomistis, yaitu yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang terlepas, yang berdiri sendiri.
 
Keempat, karena bahasa itu dapat berubah dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. Lalu karena itu pula linguistik dapat mempelajari bahasa secara sinkronik dan secara diakronik. Secara sinkronik artinya mempelajari bahasa dengan sagala aspeknya dalam kurun waktu yang terbatas. Secara diakronik artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya dan perkembangannya dari waktu ke waktu sepanjang kehidupan bahasa itu. Dengan memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang tidak statis maka linguistik mempunyai pandangan bahwa apa yang telah dirumuskan oleh para ahli terdahulu tentang bahasa belum tentu berlaku untuk masa sekarang atau masa yang akan datang.
 
Kelima, karena sifat empirisnya maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif dan tidak secara preskriptif. Artinya, yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan oleh seseorang (sebagai data empiris), bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan. LInguistik tidak bertugas menentukan bentuk mana yang baku dna mana yang tidak baku.
 

 

 

 

0 komentar:

 

Poskan Komentar

 

 

 
 

 

 

 

 
PENDEKATAN LINGUISTIK TERHADAP BAHASA SEJALAN DENGAN CIRI-CIRI HAKIKI BAHASA | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *