Pengawasan Pembiayaan

Seperti telah diuraikan sebelumnya, salah satu fungsi manajemen yang penting dalam setiap kegiatan usaha yaitu tahap pengawasan. Demikian jga dalam perpembiayaanan karena kegiatan pengawasan adalah merupakan penjagaan dan pengamanan terhjadap suatu kekayaan bank yang disalurkan atau diinvestasikan

kegiatan pengawasan ini jadi lebih penting bila kita ketahui bahwa pembiayaan merupakan kekayaan yang berisiko karena aset tersebut dikuasi oleh luar bank.

  1. Pengawasan pembiayaan dalam arti luas

Pengawasan pembiayaan dalam arti luas meliputi pengawasan sebelum pembiayaan diberikan (steering control), pengawasan pada waktu proses persetujuan pembiayaan (post action control) dan pengawasan setelah pembiayaan diberikan (feedback control) yang dapat dilihat pada gambar berikut ini:

  1. Pengawasan pembiayaan dimuka (stering control)

Pengawasan ini lebih banyak dalam bentuk rekomendasi dari hasil analisis departemen/unit yang menangani riset dan pengembangan suatu usaha bank. Hasil analisis tentang tingkat ranting kelayakan usaha dari perusahaan sejenis dalam insdustri yang sama. Kelompok industri yang sama dengan tingkat IRR yang tinggi, sedang dan rendah. Analisis tentang tingkat kejenuhan sektor usaha tertentu atau industri tertentu baik tingkat kejenuhan secara nasional maupun analisis regional dengan ukuran tingkat kejenuhan lebih tinggi, sedang dan rendah.  Analisis tentang kecendrungan perkembangan ekonomi saat ini, apakah sedang booming krisis atau normal. Selanjutnya, hasil tentang tinggi rendahnya tingkat kemacetan usaha dari berbagai sektor usaha atau industri dalam system ekonomi yang dapat diukur dengan tingklat kemacetan yang tinggi, sedang dan rendah. Kemudian manajemen menetapkan kebijakan tentang arah usaha bank yaitu dari arah penetapan dana dibidang pembiayaan. Hasil analisis diatas menetapkan rekomendasi yang diberikan oleh departemen riset dan pengembangan bank kepada departemen analisa pembiayaan untuk memproses pencairan pendanaan. Selanjutnya para analis dapat melakukan pengawasan pendahuluan sebelum proses analis pembiayaan dilakukan melalui siklus hidup perusahaan, pengecekan daftar pembiayaan macet dan daftar hitam yang diberikan oleh bank sentral.

  1. Pengawasan pembiayaan pada waktu proses analisa (post action control)

Pengawasan pembiayaan merupakan pengawasan administrasi meliputi kelengkapan dan keabsahan dokumen permohonan pembiayaan, akurasi analisis dan kesempurnaan market-market dan perikatan. Pengawasan dapat dilakukan menggunakan cheklist

  1. Pengawasan pada waktu pembiayaan berjalan (Feedback control)

Pengawasan ini meliputi pengawasan administratif, pengawasan fisik terhadap kegiatan usaha debitur di lapangan dan analis kecenderungan ekonomi.

  1. Fokus pengawasan pembiayaan

Pengawasan adalah suatu fungsi manajemen dalam usahanya untuk melakukan penjagaan dan pengamanan atas pengelolaan kekayaan bank yang lebih baik dan efisien, guna untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dengan cara mendorong dipatuhinya kebijakan perpembiayaanan yang telah ditetapkan.

Pada tahap pertama pengawasan pembiayaan merupakan upaya dalam penjagaan dan pengamanan harta bank dalam bentuk pembiayaan. Pengertian penjagaan lebih bersifat preventif sedangkan pengamanan lebih bersifat represif, untuk menghindarkan kemungkinan kerugian yang timbul dikemudian hari, pengawasan pembiayaan merupakan pengendalian pembiayaan dalam bentuk managemen control yang meliputi audit financial, audit operasional dan audit manajemen atau kebijakan.

  1. Tujuan pengawasan pembiayaan

Secara rinci tujuan atau sasaran pengawasan pembiayaan dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. untuk menghindari penyelewengan, baik intern maupun ekstern bank dalam mengelola kekayaannya dibidang perpembiayaanan
  2. untuk memastikan kebenaran data dministrsi dibidang perpembiayaanan serta penyusunan dekumentasi perpembiayaanan yang lebih baik.
  3. Untuk memajukan efisiensi dibidang pengelolaan dan terlaksana usaha dibidang perpembiayaanan dan memdorong rencana yang telah ditetapkan.
  4. Untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturany telah ditetapkan dan penggarisan terhadap manual perpembiayaanan dalam pencapaian sasaran seperti yang diatas.

Dari uraian diatas masing-masing tujuan tersebut mempunyai keterkaitan erat anatara satu dengan lainnya, dengan memiliki administrsi perpembiayaanan yang dilakukan secara teliti dan tertib dan benar akan membantu dan memepermudah mengantisipasi bila terjadi penyimpangan atau penyelewengan dikemudian hari.

  1. Ruang lingkup pengawasan

Ruang lingkup  dari pengawasan meliputi :

  1. Pengawasan dalam arti sempit yaitu berupa pengawasan administrative yang mempunyai ruang lingkup ntuk mengetahui kebenaran data.
  2. Pengawasan dalam arti luas yaitu merupakan kegiatan pengendalian dilakukan dalam suatu perusahaan yang dikenal dengan manajemen control yang mempunyai ruang lingkup yang lebih luas dibidang :

–          Financial, didalam pelaksanaannya sering disebut dengan audit

–          Operasional, dalam pelaksanaan disebut dengan operasional audit

–          Manajemen dalam pelaksanaan disebut dengan manajemen audit.

  1. Sarana pengawasan pembiayaan

Sarana pengawasan dalam prepembiayaanan adalah sama dengan administrsi perpembiayaanan namun ditinjau dari sudut pandang yang berbeda. Sarana pengawasan mempunyai tingkatan tertinggi dalam UU perbankan dan kegiatan perdagangan pada umumnya dan khususnya dalam mengatur perpembiayaan.  Tingkat berikutnya keputusan presiden, keputusan menteri dan keputusan gubernur BI untuk mengatur tentang kebijakan manajemen bank agar ketentuan-ketentuan diatas dapat berjalan dengan baik, maka perlu dituangkan dalam bentuk perundang-undangan sebagai berikut:

  1. Perangkiat keras, meliputi sebagai bentuk formulir standar berbagai alat tulis kantor, alat deteksi dokumen palsu, mesin computer, mesin penghitung, feeling cabinet, alat komunikasiu dan alat transporasi dan lain-lain.
  2. Tenaga kerja yang merupakan sumber daya manusia, sebagai tenaga pelaksana dan staf agar perangkat-perangkat keras tersebut dapat berfungsi dengan baik anatara operator dan pengelola
  3. Perangkat lunak agar perangkat keras dan tenaga kerja tersebut berfungsi dengan baik dan terarah, maka perlu adanya aturan main yang disusun secara sistematis yang berlaku  dalam organisasi bank maupaun yang berlaku secara khusus dalam bidang perpembiayaanan
    1. Teknik pengawasan

Dari penjelasan di atas dapat di umpamakan bahwa kegiatan pengawasan pembiayaan adalah ibarat pisau bermata dua, yaitu untuk pengawasan eksteren dan interen

Sedangkan yang dimaksud dengan teknik pengawasan pembiayaan adalah pendekatan-pendekatan yang dapat di pakai menejemen suatu bank dalam melakukan kegiatan pengawasan.[1] Namun mengingat kegiatan perkereditan bersifat kasuistis yaitu masing-masing dibitur mempunyai kasus yang berlainan, maka pendekatan yang akan ditempuh mengikuti pola permasalahan yangm dihadapi oleh masing-masing dibitur dan dilengkapi dengan pengawasan secara menyeluruh. Adapun beberapa teknik pengawasan pembiayaan dijelaskan sebagai berikut:

  1. Adakalanya kegiatan pengawasan keridit ditekankan pada hal-hal yang memerlukan perhatian khusus. Pendekatan hal-hal yang bersifat khusus tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT.

–  strengths, melakukan analisis atas suatu obyek untuk didevinisikan sebagia hal yang telah baik dan positif dan untuk sementara intensitas pengawasaan dapat dikurangi

–  weaknessis, mengelompokkan hal-hal yang masih lemah atau negative yang ditemui oleh obyek pengawasan.

oportunis, kelompok ysang memungkinkan untuk dikembangkan, terdapat pada kesempatan untuk maju, adanya potensi yang baik.

–  thrats, adanya pembatasan-pembatasan atau ancaman yang membahayakan kelangsungan perusahaan.

Atas dasar prinsip kontrol, maka sasaran identitas pengawasan dititik beratkan pada hal-hal yang lemah dan yang membehayakan merupakan sasaran perencanaan untuk mrengubah hal-hal yang bresifat potensial menjadi riil.

  1. Pengawasan fisik yaitu perngawasan yang dilakukan dengan mengadakan pemeriksaan secara langsung di tempat kegiatan usaha nasabah (on the sport) tehadap aktifitas usaha yang yengah dilakukan dan atas hal-hal yang telah dilaporkan. Adapun sasaran umum pengasan fisik adalah:
  • personalia dan organisasi
  • atministrasi dan keuangan
  • mesin-mesin peralatan dan proses produksi
  • stok barang dagangan, bahan baku dan barang setengah jadi
  • jaminan pembiayaan
  1. Pengawasan melalui laporan informasi eksteren dan interen yang dikombinasikan, untuk selanjutnya di ambil langkah-langkah pengamanan secara dini bilal terdapat hal-hal atau masalah yang mengarah jkepada timbulnya kerugian bank. Laporan atau informasi interen yang dimaksud meliputi transaksi aktivitas rekening Koran, pembayaran bunga tepat pada waktu, pembayaran angsuran sesuai dengan schedule. Laporan informasi eksteren meliputi posisi kesediaan, laporan aktivitas usaha jual beli laporan keuangan dan laporan penyusutan serta laporan kunjuangan setempat (on the sport).
  2. Pengawasan dalam arti auidit yaitu untuk mengatahuii sejauh mana peklaksanan rencana kerja di bidang pembiayaan yang telah di lakukan. Untuk itu menjemen perlu memerlukan penelitian yang obyektif dan mandiuriguna mengkaji kegiatan dibidang keuangan, atministrasi dan kegiatan oprasional lainnya yang menyangkut bidang perpembiayaanan, sebagia dasar-dasar penyampaian jasa-jasa yang bersifat kontruktif pada pihak menejemen. Adapun kegiatan audit meliputi:
  • Financial audit, yaitu audiyt yang bertujuan untuk mengkaji tingkat kewajaran dan kecermatan maupun kebenaran data keuangan untuk memberikan perlindungan atas keamanan harta perusahaan, melakukan evaluasi atas kelayakan internal atau memberi control yang telah diuterapkan apabila telah dianggap mematuhi atau tidak
  • Oprasional atau porform audit, yaitu gegiatan penilaian yang sistematis yang dilakukan oleh internal auditor secara independent dan terorientasi untuk masa yang akan datang bagi semua kegiatan yang ada dalam organisasi tersebut. Tujuan audit adalah untuk melakukan perbaikan rencanan kerja bank maupun nilai tingkat pencapaian diri tujuan itu sendiri, kwalitas sumberdaya manusia dalam pengembangannya se4rta peningkatan manfaat yang dapat di terima oleh masyarakat.
  • Menejemen audit atau policy audit, penilaian menyeluruh secara sistematis dan independent yang berorientasi kemasa yang akan datyang atas semua kegiatan dibidang perpembiayaanan yang dilakukan oleh manajemen melalui fungsi-fungsinya dan kebijakan dilaksanankan dapat diukur dari tingkat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan atau kemampuan dalam meningkatkan perolehan laba bank.
Pengawasan Pembiayaan | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *