Pengelolaan personalia

Pengelolaan personalia adalah administrasi atau manajemen yang menangani masalah-masalah kepegawaian dalam suatu badan usaha atau lembaga.

Agar pegawai bisa bekerja secara efektif dan efisien, diperlukan pegawai-pegawai yang cukup cerdas dan terampil, perlu diadakan pencarian dan penyaringan calon-calon pegawai yang baik. Tujuan lembaga akan bisa tercapai dengan baik apabila disamping tenaga-tenaga itu cerdas dan trampil juga dalam jumlah yang memadai. Dibalik itu semua, seseorang akan dapat bekerja dengan baik apabila tubuhnya cukup sehat, hatinya cukup aman dan tentram. Hatinya akan aman dan tentram apabila kehidupannya beserta keluarganya bisa terpenuhi secara layak.

Dengan demikian yang menjadi sasaran utama dalam pengelolaan atau manajemen personalia adalah:

1)         Perencanaan pegawai.

2)         Pengadaan pegawai.

3)         Pembinaan atau pengembangan pegawai

4)         Promosi dan mutasi.

5)         Pemberhentian pegawai.

6)         Pensiun.

7)         Kesejahteraan pegawai.[1]

Perubahan dalam masyarakat berlangsung secara cepat. Perubahan-perubahan itu seyogyanya diikuti oleh sekolah. Agar sekolah mampu mengadakan perubahan-perubahan itu maka kemampuan profesi personil perlu ditingkatkan      setiap     saat.    Peningkatan   kemampuan   itu    tidak    hanya

 

 

 

 

bertumpu pada pengalaman kerja. Hal ini disebabkan, lamanya praktik suatu profesi tidak dengan sendirinya merupakan jaminan bahwa kemampuan akan meningkat. Oleh karena itu, kepala sekolah sebagai manajer dapat meningkatkan kemampuan-kemampuan profesi personil atau personalia sekolah dengan cara:

a)         Memberi kesempatan kepada setiap personil untuk mengikuti pendidikan tambahan, penataran, kursus-kursus, latihan kerja, dan aktivitas lain yang mengarah pada peningkatan profesi.

b)         Menyediakan fasilitas yang mampu membantu peningkatan profesi seperti menyediakan majalah, buku, dan sebagainya.

c)         Memberi kesempatan bagi para personil untuk berdiskusi tentang bidang tugas masing-masing.

d)        Menyediakan iklim yang memungkinkan personil mengemukakan dan mengembangkan inisiatif dan kreatif.

e)         Memberi kesempatan mengadakan kunjungan atau studi banding.[2]

Berdasarkan penjelasan tersebut, tugas kepala sekolah dalam kaitannya dengan manajemen tenaga kependidikan bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini dikarenakan, kepala sekolah tidak hanya mengusahakan tercapainya tujuan sekolah, tetapi juga tujuan tenaga kependidikan (guru dan pegawai) secara pribadi.



     [1] Amir Daien Indrakusuma, Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP Malang, 1989), hlm. 174

     [2] Harbangan Siagian, Administrasi Pendidikan Suatu Pendekatan Sistemik (Semarang: Satya Wacana, 1989), hlm. 130

Pengelolaan personalia | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *