Perbedaan Peran Antara Suami Dan Istri Dalam Keluarga

  1. 1.    Perbedaan Peran Antara  Suami Dan Istri Dalam Keluarga

Perbedaan-perbedaan yang ada menyebabkan adanya perbedaan peran dalam sebuah keluarga, misalnya wanita dengan segala sifatnya berperan sebagai istri dan ibu yang bertugas untuk mengatur rumah tangga, melayani suami dan merawat anak. Pria dengan segala sifatnya berperan sebagai suami dan ayah yang bertugas untuk menafkahi dan melindungi keluarga.

Pria dalam kebudayaan dan nilai-nilai tradisional itu punya kuasa untuk berperanan menjalankan pekerjaan dan patut dapat gaji, memimpin keluarga dan pemerintahan. Pria diharapkan untuk dapat menentang kegentingan atau tekanan-tekanan fisik dan emosional tanpa menghindarinya. Ia tidak boleh cengeng dan diharapkan punya kemauan kuat dan dapat selalu diatas dalam semua jenis hubungan dengan wanita. Dalam pembuatan keputusan-keputusan keluarga, suamilah yang paling banyak berbicara, khususnya jika keluarga menghadapi persoalan ekonomi.

Pria menurut konsep tradisional ini adalah pribadi yang punya hak-tindak bagi keluarganya, mendisiplinkan dan memberi nasehat pada anak-anak, serta seperangkat contoh-contoh tindakan maskulin lain yang harus dilakukannya.

Bagi wanita dalam kehidupan perkawinan, terdapat tiga peranan yang secara terpisah dapat dimainkan oleh perempuan :

  1. Peranan sebagai isteri dan ibu secara tradisional
  2. Sebagai pendamping setia suami atas izinnya, ikut berpartisipasi untuk kesenangan dan kegembiraan bersama, seperti yang ingin dicapai oleh individu pada umumnya.
  3. Sebagai parner dan berperanan dengan tidak bergantung secara ekonomis pada suami dan punya kuasa sama dalam mengelola keluarga.

Menurut konsep tradisional, peranan lain perempuan adalah menjalankan pekerjaannya dengan sadar dan kuasa penuh, wanita melayani keperluan-keperluan suami dan anak-anak di rumah. Ibu rumah tangga, menurut konsep tradisional itu, adalah wanita yang mempersembahkan waktunya untuk memelihara dan melatih anak-anak, mengasuh anak menurut  pola-pola yang dibenarkan oleh masyarakat sekitarnya,

 Menurut Moler dan Jessel (1996), pria bersikap lebih objektif dari pada wanita. Dalam pernikahan, wanita dapat menciptakan relasi emosional, keintiman secara emosi, dan memiliki kapasitas ketergantungan sedangkan pria kurang memiliki hasrat emosional bahkan pria memiliki kapasitas untuk mandiri dan melihat tugas utama dalam sebuah pernikahan adalah menyediakan keamanan secara financial.

Konsep-konsep menurut perkembangan (zaman), peranan menurut jenis kelamin pada prinsipnya tidak punya perbedaan jelas. Konsep-konsep perkembangan ini meletakkan penekanan pada adanya kesamaan status bagi orang-tua , dan status anak pun hampir-hampir punya kesamaan dengan status kedua orang tuanya. Laki-laki menurut konsep ini, punya peranan atau mengambil bagian (bersama isteri) dalam memelihara anak-anak dan dalam tugas-tugas rumah yang  lainnya. Terhadap anak dan isteri, ayah memberikan peluang untuk membuat pilihan-pilihan dan mengambil keputusan sendiri sehubungan dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat pribadi.

Seorang suami, mempunyai peranan menyertai istri dan mengasuh anak-anak, suami ikut serta bermain dengan anak-anaknya dan mengajarkan anak tentang cara – cara bermain. Bahkan suami punya peranan mengasuh anak sepenuhnya bila istri sedang keluar rumah untuk bekerja atau bersenang-senang.

Perbedaan Peran Antara Suami Dan Istri Dalam Keluarga | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *