Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pendidikan tidak hanya terpacu pada lingkup sekolah saja, akan tetapi lingkungan selain sekolah seringkali mengambil peran penting dalam pendidikan tersebut, begitu juga dengan pendidikan agama Islam.

Berhasil atau tidaknya pendidikan agama Islam, lingkungan sosial berperan penting terhadap berhasil dan tidaknya pendidikan agama, karena perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan, melalui lingkungan dapat ditemukan pengaruh yang baik maupun yang buruk.

Problem lingkungan ini meliputi:

a)      Lingkungan masyarakat yang tidak atau kurang agamis akan mengganggu perjalanan proses belajar mengajar. [1]

b)      Lingkungan keluarga, yang mempunyai berbagai macam faktor antara lain:

–       Rusaknya hubungan suami-istri (orang tua).

–       Kerasnya orang tua dalam memperlakukan anak.

–       Anak merasa tersingkir dan terabaikan oleh orang tua.

–       Pendapat anak tidak pernah dihargai bahkan diejek dan usahanya selalu dilarang.

–       Banyaknya sanksi yang tidak mendidik terhadap anak dan tanpa sebab yang jelas.

–       Orang tua memperlakukan anaknya secara ngawur tanpa sadar ataupun bentuk yang jelas.

–       Antara anak yang satu dan yang lainya dalam keluarga tidak bisa rukun sehingga menimbulkan rasa dendam diantara mereka.

–       Memberi contoh kepada anak dengan sifat-sifat negatif.

–       Orang tua terlalu sibuk sehingga anak merasa tidak diperhatikan.

–       Rendahnya tingkat sosial maupun ekonomi dalam keluarga, sehingga anak selalu merasa kekurangan dalam memenuhi kebutuhan pokok untuk sekolah.

–       Tidak adanya kedisiplinan waktu pada anak.

–       Mendorong anak untuk belajar sesuatu tanpa memperhatikan kecenderungan atau bakat tertentu sehingga menjadi terbengkalai.

–       Anak terlalu sibuk dengan banyaknya pekerjaan di rumah dan sering tidak masuk sekolah. [2]

–       Lingkungan Sekolah, antara lain:

–       Kerasnya guru dan pengaruhnya terhadap anak.

–       Tidak menyenagi materi pelajaran.

–       Seringnya guru mengancam, marah-marah, mengejek, memperingatkan, dan mengintimidasi anak-anak.

–       Miskinnya guru akan arah pandangan yang sesuai dalam bergaul dengan anak dan tidak mempunyai kemampuan untuk menciptakan hubungan yang hangat dengan mereka.

–       Banyaknya keretakan dan konflik antara guru dan anak-anak, begitu pula antara anak yang satu dan anak yang lainya sehingga melemahkan kekuatan mereka.

–       Rendahnya tingkat persiapan guru, terutama untuk tingkat dasar.

–       Banyaknya beban pelajaran yang diberikan pada anak tanpa memandang kemampuan mereka yang bisa memenuhinya.[3]



[1]     Sumardi Suryabrata, Psikologi Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), hlm. 184

 

[2]     Abdul Aziz Asy Syakhs, Op. cit., hlm. 39

[3]     Ibid, hlm. 41

Problem Lingkungan Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *