Sejarah Singkat Aston Hotel Sudirman

            Berbicara tentang Aston tidak dapat lepas dari membicarakan Hawaii, kepulauan wisata di Lautan Teduh yang merupakan tempat cikal bakal Aston pertama kali lahir, tumbuh dan berkembang.

            Sejarah Aston bermula di Shanghai pada akhir tahun 1932, ketika Joseph Tatibouet bergabung dengan rekan Perancis dan empat kru Rusia untuk berlayar mengelilingi dunia. Perjalanan mereka berakhir di Molokai, Hawaii pada tahun 1935 yang merupakan perkenalan Joseph “Tati” Tatibouet dengan kepulauan yang akhirnya merupakan tempat tinggal permanennya.

            Awal tahun 1948, Tati memulai bisnis hotelnya dengan nama Royal Grove Hotel, yang dibangun di area hutan palem. Usaha ini berkembang dan diteruskan oleh anaknya, Andre dengan membentuk Hotel Corporation of Pacific pada tahun 1968 yang mengelola bisnis properti orang tuanya.

            Aston adalah nama baru dari Hotel Corporation of the Pacific Inc. yang ditetapkan pada tanggal 31 Maret 1986 setelah diadakan riset pasar terhadap agen

perjalanan, para pemilik properti, karyawan dan masyarakat. Perubahan tersebut dilakukan untuk  memberikan  citra baru dengan nama yang  lebih  mudah dihafal dan  dilafal.   Aston  Hotels  &  Resorts  sekarang  merupakan  operator  hotel  dan kondominium resor pertama dan terbesar di Hawaii, dengan lebih dari 5.000 kamar.

            Perusahaan afiliasi kedua adalah Aston International yang dibentuk pada tahun 1997 untuk menangani ekspansi ke arah Pasifik dan Asia. Peranan Andre Tatibouet disini adalah pula sebagai Chairman dan Mr. Charles Brookfield sebagai Executive Vice President dan Chief  Operating Officer Aston International membawa lisensi Aston Asia Pasifik, dimana salah satunya adalah Lippo Sudirman Grand Suites Hotel yang berlokasi di kawasan strategis Jakarta.

            Aston Hotel Jakarta berlokasi di tengah jantung kota Jakarta, di distrik finansial dan bisnis yang lebih terkenal dengan sebutan daerah ‘golden triangle’. Lokasinya tidak jauh dari pusat keramaian, hiburan dan pusat perbelanjaan kelas atas. Hanya sepelemparan batu, berdiri dengan megah jembatan Semanggi yang terkenal, yang merupakan perlintasan dari jalan-jalan protokol yang membagi kota Jakarta menjadi 5 wilayah : Pusat, Barat, Timur, Utara dan Selatan.

            Saat ini Aston Hotel dimiliki oleh Lippo Bank setelah sebelumnya dipegang oleh Lippo Development Group dengan nama Lippo Sudirman Grand Suites ( LSGS ) dimana PT. Kredosindo Perkasa (PT. KP) sebagai perusahaan pemiliknya. Hotel ini mulai secara resmi beroperasi 24 jam pada tanggal 21 Januari 1998. Setelah beralihnya kepemilikan pada Lippo Bank pada bulan Januari 1999 secara administratif, nama LSGS berganti menjadi Aston Hotel tanggal 28 Agustus 1999. Perusahaan pemilik pun berganti dari PT. KP digantikan kedudukannya oleh PT. Metropolitan Mahkotajaya (PT. MMJ). Adapun kerjasama antara Lippo Bank, PT. MMJ dan Aston International Indonesia disebut sebagai Join Operation Metropolitan Aston (JOM Aston) hingga saat ini.

            Konsep kamar yang dimiliki oleh Aston Hotel adalah apartemen dengan 2 dan 3 kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, dan dapur yang dilengkapi dengan perabot dan furniture. Total jumlah kamar adalah 274 Suites yang terdiri dari 23 Executive Suites, 74 Family Suites, 173 Deluxe Suites dan 4 Penthouses.

Sejarah Singkat Aston Hotel Sudirman | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *