Teori seputar Lempeng Tektonik dunia

Teori seputar Lempeng Tektonik dunia yang salah satunya dikemukakan oleh Tozo Wilson. Berdasarkan Teori yang dikemukakan oleh Tozo Wilson seputar Lempeng Tektonik, kulit dunia tempat kita berpijak ini  terdiri atas beberapa lempeng tektonik yang berada di atas lapisan astenosfer yang berwujud cair kental. Lempeng-lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak karena adanya pengaruh arus konveksi yang terjadi pada lapisan astenosfer dengan posisi berada di bawah lempeng tektonik kulit bumi.

Gerakan lempeng-lempeng tektonik dapat dibedakan Berdasarkan arahnya :

Divergensi

Teori seputar Lempeng Tektonik dunia Divergensi yaitu gerakan saling menjauh antar lempeng tektonik, contohnya gerakan saling menjauh antara lempeng Afrika dan Amerika bagian selatan. Zona berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng Tektonik disebut juga zona divergen (zona sebar pisah).

Konvergensi

Teori seputar Lempeng Tektonik dunia Konvergensi yaitu gerakan saling bertumbukan antarlempeng tektonik. Tumbukan antar lempeng tektonik dapat berupa tumbukan antara lempeng benua -benua, atau antara lempeng benua dan lempeng dasar samudra. Zona atau tempat terjadinya tumbukan antara lempeng tektonik benua dan benua disebut zona konvergen. Contohnya tumbukan antara lempeng India dan lempeng benua Eurasia yang menghasilkan terbentuknya pegunungan lipatan muda Himalaya dan merupakan peguntingan tertinggi di dunia dengan puncak tertingginya, Mount Everest.

Sesar Mendatar (Taransform)

Teori seputar Lempeng Tektonik dunia Sesar Mendatar (Taransform) yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah) antarlempeng tektonik. Contohnya gesekan antara lempeng Samudra Pasifik dan lempeng daratan Amerika Utara yang mengakibatkan terbentuknya Sesar San Andreas yang membentang sepanjang kurang 1.200 km dari San Francisco di utara sampai Los Angeles di selatan Amerika Serikat. Zona berupa jalur tempat bergesekan lempeng-lempeng tektonik disebut Zona Sesar Mendatar (zona transform).

Teori seputar Lempeng Tektonik dunia | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *