Tujuan Dan Harapan Perkawinan

  1. 1.    Tujuan  Dan Harapan Perkawinan

Perkawinan merupakan kebutuhan fitri setiap manusia yang memberikan banyak hasil yang penting, diantaranya adalah  pembentukan sebuah keluarga yang didalamnya seseorang pun dapat menemukan kedamaian pikiran. Orang yang tidak  kawin bagaikan seekor burung tanpa sarang. Perkawinan merupakan perlindungan bagi seseorang yang merasa seolah-olah hilang dibelantara kehidupan, orang dapat menemukan pasang hidup yang akan berbagi dalam kesenangan dan penderitaan.

Perkawinan merupakan aktivitas sepasang laki-laki dan perempuan yang terkait pada suatu tujuan bersama yang hendak dicapai. Dalam pasal 1 Undang-Undang perkawinan tahun 1974 tersebut diatas dengan jelas  disebutkan, bahwa tujuan perkawinan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut Walgito (2000), masalah pernikahan adalah hal yang tidak mudah, karena kebahagiaan adalah bersifat reltif dan subyektif. Subyektif karena kebahagiaan bagi seseorang belum tentu berlaku bagi orang lain,  relatif karena sesuatu hal yang pada suatu waktu dapat menimbulkan kebahagiaan dan belum tentu diwaktu yang juga dapat menimbulkan kebahagiaan.

Masdar Helmy (dalam Bachtiar, 2004) mengemukakan bahwa tujuan perkawinan selain memenuhi kebutuhan hidup jasmani dan rohani manusia, juga membentuk keluarga dan memelihara serta meneruskan keturunan di dunia, mencegah perzinahan, agar tercipta ketenangan dan ketentraman jiwa bagi yang bersangkutan, ketentraman keluarga dan masyarakat.

Menurut Soemijati (dalam bachtiar, 2004) tujuan perkawinan adalah untuk memenuhi tuntutan hajat tabiat kemanusiaan, berhubungan antara laki-laki dan perempuan dalam rangka mewujudkan keluarga bahagia dengan dasar cinta dan kasih sayang, memperoleh keturunan yang sah dengan mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah diatur oleh hukum.

Menurut Bachtiar (2004), membagi lima tujuan perkawinan yang paling pokok adalah:

  1. Memperoleh keturunan yang sah dalam masyarakat, dengan mendirikan rumah tangga yang damai dan teratur
  2. Mengatur potensi kelamin
  3. Menjaga diri dari perbuatan-perbuan yang dilarang agama
  4. Menimbulkan rasa cinta antara suami-isteri
  5. Membersihkan keturunan yang hanya bisa diperoleh dengan jalan pernikahan.

 

Sedangkan Ensiklopedia Wanita Muslimah (dalam bacthtiar, 2004), tujuan perkawinan adalah:

  1. Kelanggengan jenis manusia dengan adanya keturunan
  2. Terpeliharanya kehormatan
  3. Menenteramkan dan menenagkan jiwa
  4. Mendapatkan keturunan yang sah
  5. Bahu-membahu antara suami-isteri
  6. Mengembangkan tali silaturahmi dan memperbanyak keluarga

Suardiman (dalam maharani, 2002) menunjukkan beberapa tujuan yang dicapai dalam perkawinan :

  1. Menuruti hasrat perkawinan
  2. Menurunkan keturunan untuk melestarikan jenis kelamin
  3. Memperluas hubungan keluarga
  4. Memperoleh kesenangan dalam hidupnya
  5. Memperoleh kawan sehidup semati
  6. Mendidik dan membimbing anak

Perkawinan merupakan kebutuhan fitri setiap manusia yang memberikan banyak hasil yang penting, di antaranya adalah: (http://Indonesian.Irib.ir)

  1. Pembentukan sebuah keluarga yang di dalamnya seseorang dapat menemukan kedamaian pikiran. Orang yang tidak kawin bagaikan seekor burung tanpa sarang. Perkawinan merupakan perlindungan bagi seseorang yang merasa seolah-olah hilang di belantara kehidupan; orang dapat menemukan pasangan hidup yang akan berbagi dalam kesenangan dan penderitaan.
  2. Gairah seksual merupakan keinginan yang kuat dan juga penting. Setiap orang harus mempunyai pasangan utnuk memenuhi kebutuhan seksualnya dalam lingkungan yang aman dan tenang. Orang harus menikmati kepuasan seksual dengan cara yang benar dan wajar. Orang-orang yang tidak mau kawin seringkali menderita ketidakteraturan baik secara fisik maupun psikologis. Ketidakteraturan semacam itu dan juga persoalan-persoalan tertentu merupakan akibat langsung dari penolakan kaum muda terhadap perkawinan.
  3. Reproduksi atau sebagai wadah untuk melangsungkan keturunan. Melalui perkawinan, perkembangbiakan manusia akan berlanjut. Anak-anak adalah hasil dari perkawinan dan merupakan factor-faktor penting dalam memantapkan fondasi kelaurga dan juga merupakan sumber kebahagiaan sejati bagi orangtua mereka.

Harapan yang sering dikemukakan bagi pasangan yang sudah menikah adalah:

  1. Melakukan segala sesuatu bersama-sama
  2. Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pribadi yang mendalam
  3. Mempunyai pendapat dan perasaan yang sama mengenai berbagai hal
  4. Keinginan untuk selalu memperhatikan dan diperhatikan oleh pasangan
  5. Sering melakukan percintaan dan bermesraan dengan pasangan
  6. Hilangnya kebiasaan-kebiasaan buruk pasangan karena pengaruh dari rasa cinta kasih setelah perkawinan
  7. Dapat beradaptasi dengan problem-problem yang terjadi dalam kehidupan perkawinan
  8. Perkawinan yang hendak dijalani nantinya berbeda dengan perkawinan yang kurang menyenangkan seperti yang pernah dilihat dan ditemui sebelumnya.

Menurut Yuwana dan Maramis (2003), harapan istri adalah seorang istri menginginkan dukungan dan pengukuhan, oleh karena dari kodratnya wanita memang tidak berusaha untuk berdiri sendiri. Mereka ingin tetap tergantung dan demi keamanan, mereka memerlukan dukungan dan pengukuhan dari pihak suaminya. Mereka menginginkan dukungan dalam semua aspek kehidupannya, dan dukungan itu adalah dari suami mereka. Sementara harapan suami adalah hal pertama yang diharapkan bagi suami terhadap istrinya ialah cinta dan pengabdian.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan dan harapan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dengan penuh rasa cinta, mendapatkan keturunan, memenuhi kebutuhan hidup jasmani dan rohani, dan menghindari perzinahan sehingga tercipta ketenangan dan ketentraman jiwa.

Tujuan Dan Harapan Perkawinan | Moch Wahib Dariyadi | 4.5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *